Rabu, 07 Desember 2011

Banggar Tunda Pembangunan Jembatan Harmoko

Laporan wartawan Tribun Jambi, Berman
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Beberapa anggota Badan Anggaran (Banggar) Legislatif kembali menguak pembangunan Jembatan Harmoko. Jembatan tersebut terletak di Dusun Seraia Kecamatan Bram Itam.

Pembangunan jembatan tersebut ternyata tetap dilanjutkan meski hanya disepakati perencanaan. Unsur pimpinan DPRD bersama tim anggaran eksekutif menyepakati pembangunan Jembatan Harmoko ditunda bersama pembangunan Kantor Camat Tungkal Ilir, Mei 2011 lalu.

Mengenai keputusan itu, dibenarkan Anggota Banggar Legislatif, Heri Juanda. Katanya, penundaan pembangunan jembatan karena hasil rapat Banggar tidak pernah diusulkan pembangunan fisik. Nyatanya, jembatan itu tetap dibangun CV Gamely Alam Sakti Kharisma

 "Saya juga ikut rapat. Saat pertemuan terakhir Mei lalu, hanya perencanaan. Kalau ada yang bertanggung jawab atas pembangunan jembatan itu, silakan saja. Notulensi rapat kami juga jelas, hanya dianggarkan perencanaan. Ternyata muncul Perda APBD yang tidak kami setujui," bebernya.

Politisi PPRN ini mengatakan, pihaknya tidak menghalangi pembangunan di Tanjabbar. Hanya saja proses penganggaran dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan berlaku.

"Mekanismenya harus benar melalui penganggaran yang memang ada jalan cerita notulen rapat pada pengesahan Banggar. Kalau itu tidak ada, berarti jelas ilegal. Tapi ternyata muncul di perda dan perda-nya telah dicetak," tegasnya.

Anggota Banggar Legislatif lainnya, Ahmad Jafar juga mengaku, Jembatan Harmoko hanya  perencaaan. Keputusan perencanaan, juga diperkuat saat rapat yang dihadiri Plt Sekda Firdaus Khatab, saat itu.

"Iya, dulu begitu (perencanaan). Nyatanya kan tetap dibangun. Komitmennya sebenarnya sama seperti dulu, tapi kenyataanya lain," sesal politisi Golkar ini.

Mengenai perencanaan Jembatan Harmoko juga disampaikan Ketua DPRD Tanjabbar, Mulyani Siregar. Dia menegaskan, Jembatan Harmoko hanya direncanakan, baik pada rapat Banggar maupun rapat unsur pimpinan DPRD dengan eksekutit,  Mei lalu.

Pantauan Tribun, Jembatan Harmoko saat ini telah dibangun dan masih pembuatan tiang pancang. Di papan merek proyek, tertulis pembangunan tahap satu dengan sumber dana APBD 2011. Jembatan tersebut dibangun berdasarkan nomor kontrak 630/875/KONT/KONS-PPK-PPJ/DPUK/2011.

Bupati Tanjabbar, Usman Ermulan saat dikonfirmasi membantah Jembatan Harmoko hanya perencanan. Katanya, anggaran yang tertera di APBD, hanya dipergunakan sebesar Rp 3,8 miliar.

"Tidak ada kesepakatan. Hanya, dana yang tersirat di APBD itu, kalau tidak salah Rp 5,2 M. Kita beli barang yang lebih murah. Kita minta dari PetroChina untuk menghitung itu. Biar saja uang itu berlebih, kan gak hilang. Tetap dikerjakan sekarang dan sudah jalan," jelasnya.

Ia mengatakan, kinerja yang dilakukan telah sesuai dengan aturan dan juga telah sesuai dengan Perda APBD.

"Kalau Kantor Camat Tungkal Ilir, karena ada kasus polemik anggaran itu. Kita juga tidak jelas," tegasnya.

Kepala Dinas PU Djadjang Djuhri juga menegaskan, tidak ada penundaan pembangunan  Jembatan Harmoko. Katanya, perencanaan dan pembangunan fisik jembatan dilakukan berbarengan di tahun 2011 ini.

"Bukan ditunda, cuma dananya yang tadinya Rp 5,8 miliar, setelah direncanakan, tidak sebanyak itu bisa saja. Kita kan tidak menghabiskan dana. Ternyata, setelah direncanakan, tidak sebanyak itu," jelasnya.

Rabu, 19 Oktober 2011

Pria Asal Makassar Menangkan Sayembara Desain Jembatan Siliwangi

Bandung - Akhamad Zaki Yamani (34), pria asal Makassar tersebut , menangkan sayembara desain Jembatan Siliwangi alias Siliwangi Pedestrian Bridge Design Competition. Ia mengalahkan 55 karya desain peserta lain.

Rabu (27/7/2011) malam, secara simbolis Akhamad dinobatkan sebagai pemenang lomba oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana. Selain piagam, pria satu anak itu juga mendapatkan Rp 75 juta sebagai hadiah dari panitia.


"Saya tidak menyangka bisa juara ikut lomba ini," ucap Akhamad singkat saat diminta bicara di atas panggung oleh Dada.


Desain yang ditawarkannya ia merevitalisasi Jembatan Siliwangi dengan benteng berupa kujang berwarna putih di bagian kiri-kanan jembatan. Sementara di sekitarnya dijadikan kawasan pedestrian dan penataan lingkungan tanpa mengurangi estetika keindahan alam.


Dada Rosada sendiri mengucapkan terima kasih pada pihak penyelenggara, terutama sponsor yang akan membiayai revitalisasi Jembatan Siliwangi dengan desain sang juara lomba.


"Terima kasih kepada panitia, tim juri, dan sponsor. Karya para peserta bagus-bagus. Makanya dewan juri pasti bingung menentukan satu karya yang jadi juara. Mudah-mudahan revitalisasi ini berjalan. Kalau tidak kan malu," ungkap Dada.


Wakil Wali Kota Bandung yang juga Ketua Dewan Juri Ayi Vivananda mengaku cukup bingung menentukan desain yang harus jadi juara. Apalagi setelah memasuki tahap 10 besar penjurian.


"10 finalis punya argumen dan filosofis luar biasa atas desainnya. Sulit menentukan karya yang terbaik. Akhirnya kita pilih karya saudara Akhamad," jelasnya.


Menurut Ketua Panitia Yanyan Wahdanimar, proses yang dijalani selama kompetisi cukup panjang. Yakni memakan waktu lima bulan hingga akhirnya terpilih satu pemenang.


"Total ada 110 pendaftar, tapi yang menyerahkan karya ada 56. Pesertanya ada dari Bandung, luar Bandung, bahkan sampai ada yang dari Singapura," ungkapnya. 

Jembatan di Atas Kali Warakas Akan Dibongkar

JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan jembatan di atas kali atau saluran penghubung Warakas yang tembus ke Kali Tirem akan dibongkar pemkot Jakarta Utara. Pasalnya, jembatan yang dibangun warga tanpa izin dari instansi terkait mengganggu aktifitas petugas kebersihan kali. Selain itu, menjamurnya jembatan kerab digunakan untuk kegiatan usaha.
Saluran sepanjang 2 KM dengan lebar 8 meter di Jalan Warakas Raya melintasi sejumlah RW di Kelurahan Warakas dan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok. “Kami sudah lihat kondisinya di lapangan Saluran tersebut banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk tempat usaha seperti bengkel, cucian motor, tempat kusen dan lainnya. Mereka mengecor jembatan dengan lebar yang berpariasi antara 4 meter hingga 12 meter,” ujar Rifiq Abdullah, Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara.
Dikatakannya, pihak Sudin telah melakukan pertemuan membahas permasalahan jembatan diatas saluran penghubung kali tirem, di kantor Kelurahan Sungai Bambu. “Kami tidak lantas membongkar jembatan tersebut. Sebelumnya harus dirapatkan dan diberikan himbauan kepada masyarakat. Bila tahapan itu sudah dilakukan namun warga masih mempertahankannya terpaksa kami bersama unsur Pol PP dan pihak Kecamatan Tanjung Priok membongkar secara paksa,” ucap Rifiq.
Sementara itu, rencana pembongkaran jembatan umumnya yang dibangun warga Sungai Bambu diatas saluran disambut baik masyarakat lainnya. “Kami mendukung upaya pemkot Jakarta Utara akan membongar jembatan yang marak digunakan untuk tempat usaha,” ujar HM.Sofyan, tokoh masyarakat Warakas. “Termasuk jembatan billiar harus dibongkar karena keberadaanya telah mengundang keresahan warga Warakas,” tandasnya, hal itu juga dibenarkan Ketua RW 08 Warakas, Dzaenal Arifin.
(lina/sir)

Jembatan selat Sunda dibangun 10 tahun

Jembatan Selat Sunda (Sunda Strait Bridge Project). (SSBP-)

Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan menghabiskan waktu selama 10 tahun.


"Normalnya dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda," kata perencana pembangunan Jembatan Selat Sunda, Wiratman Wangsadinata di Jakarta, Rabu.

Wuratman Wangsadinata dianugerahi gelar Perekayasa Utama Kehormatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atas jasa-jasanya dalam bidang konstruksi.

Pada sidang terbuka Majelis Perekayasa, Wiratman memaparkan  pradesain Jembatan Selat Sunda sebagai bagian dari prasudi kelayakan yang telah diselesaikan oleh Wiratman dan Associates atas penugasan dari PT Bangungraha Sejahtera Mulia-Artha Graha Network dan secara resmi telah diserahkan oleh Pemerintah Daerah Banten dan Pemerintah Daerah Lampung pada Pemerintah Pusat pada 13 Agustus 2009.

Total biaya pembangunan dengan menggunakan standar harga pada 2009 diperkirakan mencapai sembilan miliar dolar AS.

Biaya tersebut, dikatakan Wiratman belum memperhitungkan eskalasi harga, bunga bank serta tidak termasuk biaya untuk pengembangan wilayah Selat Sunda.

Rencana pembangunan jembatan Selat Sunda sepanjang sekitar 29 km akan terhubung dengan jalan tol Jakarta-Merak serta rencana jalan tol Cilegon-Ciwandan sepanjang 14 km dan rencana jalan tol Bakauheni-Bandar Lampung-Metro sepanjang sekitar 80 km.

Konsep Jembatan Selat Sunda terdiri atas dua jenis sistem yaitu jembatan gantung ultrapanjang dari baja untuk melangkahi palung-palung lebar dan Viaduct beton pracetak balanced cantilever untuk lintasan selebihnya.

Wiratman menjelaskan, jembatan viaduct beton dipilih karena bahan dasarnya dapat diproduksi di dalam negeri seperti agregat, semen, baja tulangan. Sedangkan kontruksinya tidak memerlukan teknologi yang tinggi serta akan menyerap tenaga kera lokal dalam jumlah yang sangat besar sehingga sangat berdampak terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun regional.

Jembatan Selat Sunda direncanakan memiliki ruang bebas vertikal 85 meter di atas permukaan laut tertinggi agar lebih tinggi dari tinggi udara terbesar serta memperhitungkan efek kenaikan elevasi air laut akibat pemanasan global.

Sementara bebas horizontal jembatan gantung Selat Sunda adalah 2.100 m sehingga memenuhi persyaratan lalu lintas kapal bebas satu arah.

Desain struktur atas jembatan mengacu pada desain jembatan Selat Messina yang memiliki bentang 3.300 m, sedangkan desain stuktur bawahnya mengacu pada desain jembatan Akashi Kaikyo di Jepang yang memiliki bentang 1.991 m.

Direncanakan juga jembatan Selat Sunda memiliki lebar total 60 m terdiri atas tiga lajur lalu lintas masing-masing arah selebar 3x3,75 m, dua lintasan kereta api selebar 10 m, lajur pemeliharaan masing-masing selebar 5,05 m.

Analisis beban angin yang harus diwaspadai adalah gejala flutter (aero elastic instability) yang terjadi apabila ragam getar vertikal berimpit dengan ragam rotasional sehingga saling membesar.

"Contoh gejala flutter adalah keruntuhan jembatan Tacoma Narrows (Amerika Serikat, red) oleh angin dengan kecepatan hanya 60 km/jam pada 1940. Kita belajar banyak dari peristiwa itu agar tidak terulang lagi," katanya.

Jembatan Selat Sunda yang mempunyai jenis dek yang sama dengan Jembatan Selat Messina tetapi dengan bentang yang lebih pendek paling tidak akan mempunyai kecepatan flutter yang sama yaitu 324 km/jam.

"Kecepatan angin seperti ini belum pernah dan tidak pernah terjadi di Selat Sunda, berarti jembatan Selat Sunda dapat dianggap bebas flutter," tambahnya.

Sementara analisis terhadap gempa dan pengaruh letusan Gunung Anak Krakatau karena jaraknya ke jembatan yang besar hampir 50 km, pengaruh gempa vulkanik tidak signifikan.

Sedangkan tsunami yang mungkin terjadi tidak membahayakan jembatan karena ketinggian gelombang tidak lebih dari tinggi ruang bebas vertikal yaitu 85 m di atas permukaan laut tertinggi.

"Dari hasil pra-desain jembatan Selat Sunda, terlihat konfigurasi jembatan dan dimensi penampang yang dipilih sudah cukup baik, hal itu dibuktikan dengan performa jembatan yang memadai akibat beban seperti beban mati jembatan, beban rel kereta, beban lalu lintas menunjukkan respon yang baik terhadap efek angin maupun gempa," kata Wiratman.
(D016)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

sumber : http://www.antaranews.com/berita/277449/jembatan-selat-sunda-dibangun-10-tahun