Bandung - Akhamad Zaki Yamani (34), pria asal Makassar tersebut , menangkan sayembara desain Jembatan Siliwangi alias Siliwangi Pedestrian Bridge Design Competition. Ia mengalahkan 55 karya desain peserta lain.
Rabu (27/7/2011) malam, secara simbolis Akhamad dinobatkan sebagai pemenang lomba oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana. Selain piagam, pria satu anak itu juga mendapatkan Rp 75 juta sebagai hadiah dari panitia.
"Saya tidak menyangka bisa juara ikut lomba ini," ucap Akhamad singkat saat diminta bicara di atas panggung oleh Dada.
Desain yang ditawarkannya ia merevitalisasi Jembatan Siliwangi dengan benteng berupa kujang berwarna putih di bagian kiri-kanan jembatan. Sementara di sekitarnya dijadikan kawasan pedestrian dan penataan lingkungan tanpa mengurangi estetika keindahan alam.
Dada Rosada sendiri mengucapkan terima kasih pada pihak penyelenggara, terutama sponsor yang akan membiayai revitalisasi Jembatan Siliwangi dengan desain sang juara lomba.
"Terima kasih kepada panitia, tim juri, dan sponsor. Karya para peserta bagus-bagus. Makanya dewan juri pasti bingung menentukan satu karya yang jadi juara. Mudah-mudahan revitalisasi ini berjalan. Kalau tidak kan malu," ungkap Dada.
Wakil Wali Kota Bandung yang juga Ketua Dewan Juri Ayi Vivananda mengaku cukup bingung menentukan desain yang harus jadi juara. Apalagi setelah memasuki tahap 10 besar penjurian.
"10 finalis punya argumen dan filosofis luar biasa atas desainnya. Sulit menentukan karya yang terbaik. Akhirnya kita pilih karya saudara Akhamad," jelasnya.
Menurut Ketua Panitia Yanyan Wahdanimar, proses yang dijalani selama kompetisi cukup panjang. Yakni memakan waktu lima bulan hingga akhirnya terpilih satu pemenang.
"Total ada 110 pendaftar, tapi yang menyerahkan karya ada 56. Pesertanya ada dari Bandung, luar Bandung, bahkan sampai ada yang dari Singapura," ungkapnya.
Rabu (27/7/2011) malam, secara simbolis Akhamad dinobatkan sebagai pemenang lomba oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana. Selain piagam, pria satu anak itu juga mendapatkan Rp 75 juta sebagai hadiah dari panitia.
"Saya tidak menyangka bisa juara ikut lomba ini," ucap Akhamad singkat saat diminta bicara di atas panggung oleh Dada.
Desain yang ditawarkannya ia merevitalisasi Jembatan Siliwangi dengan benteng berupa kujang berwarna putih di bagian kiri-kanan jembatan. Sementara di sekitarnya dijadikan kawasan pedestrian dan penataan lingkungan tanpa mengurangi estetika keindahan alam.
Dada Rosada sendiri mengucapkan terima kasih pada pihak penyelenggara, terutama sponsor yang akan membiayai revitalisasi Jembatan Siliwangi dengan desain sang juara lomba.
"Terima kasih kepada panitia, tim juri, dan sponsor. Karya para peserta bagus-bagus. Makanya dewan juri pasti bingung menentukan satu karya yang jadi juara. Mudah-mudahan revitalisasi ini berjalan. Kalau tidak kan malu," ungkap Dada.
Wakil Wali Kota Bandung yang juga Ketua Dewan Juri Ayi Vivananda mengaku cukup bingung menentukan desain yang harus jadi juara. Apalagi setelah memasuki tahap 10 besar penjurian.
"10 finalis punya argumen dan filosofis luar biasa atas desainnya. Sulit menentukan karya yang terbaik. Akhirnya kita pilih karya saudara Akhamad," jelasnya.
Menurut Ketua Panitia Yanyan Wahdanimar, proses yang dijalani selama kompetisi cukup panjang. Yakni memakan waktu lima bulan hingga akhirnya terpilih satu pemenang.
"Total ada 110 pendaftar, tapi yang menyerahkan karya ada 56. Pesertanya ada dari Bandung, luar Bandung, bahkan sampai ada yang dari Singapura," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar